BNNK Sidoarjo: Rehabilitasi,...
29 Desember 2025
kecamatan Gedangan
Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo (beritajatim.com) – Para pemenang Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2025 resmi diumumkan. Puluhan inovator dari berbagai unsur, mulai dari OPD, kecamatan, puskesmas, masyarakat umum, pendidik, tenaga kependidikan, pelajar hingga mahasiswa, dinobatkan sebagai inovator terbaik melalui tiga kategori penilaian yaitu inovasi daerah, inovasi teknologi informasi serta inovasi ekonomi, sosial, dan budaya.
Penghargaan diserahkan dalam Awarding KISI 2025 yang digelar di lobby utama Suncity Mall Sidoarjo, Rabu (26/11/2025). Penyerahan dilakukan oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman bersama Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih serta Prof. Dr. Istianto dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Timur.
Bupati Sidoarjo H. Subandi dalam sambutan yang dibacakan Mohammad Ainur Rahman menyampaikan apresiasi mendalam kepada para peserta KISI. Menurutnya, para inovator merupakan motor penggerak kemajuan daerah.
“Saya Mengucapkan apresiasi yang tak terhingga kepada seluruh peserta. Karya-karya anda telah membuktikan bahwa Sidoarjo adalah gudang solusi,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa tantangan layanan publik yang efisien dan merata menuntut hadirnya inovasi yang aplikatif. “Inovasi adalah kunci untuk menghapus jarak antara pemerintah dan warganya,” terangnya. Subandi juga menambahkan bahwa KISI bukan hanya ajang adu gagasan, namun wahana untuk menghasilkan referensi kebijakan yang aktual dan valid.
“Proses seleksi tahap satu yang dilanjutkan tahap dua adalah mekanisme kendali mutu kita untuk memastikan bahwa yang terpilih adalah inovasi yang komprehensif, teruji dan memiliki potensi replikasi yang tinggi,” ungkapnya.
Pemkab Sidoarjo juga menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan inovasi terbaik, bukan sekadar menjadikannya pajangan. Anggaran memadai akan dialokasikan untuk pengembangan inovasi, termasuk replikasi di perangkat daerah lain serta penyusunan regulasi pendukung inovasi berkelanjutan.
“Kita harus bergerak dari mentalitas kompetitor menuju mentalitas kolaborator, inovasi daerah dalam hal ini harus menjadi gerakan kolektif,” ajaknya.
Prof. Dr. Istianto dari Brida Jatim turut menegaskan bahwa inovasi adalah kunci kemajuan bangsa. Tanpa inovasi, pelayanan publik akan stagnan. Ia menilai inovasi harus berkelanjutan dan berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat. “Terima kasih atas inovasi kebaruan yang ada,” tukasnya.
Dalam kategori inovasi daerah, juara pertama diraih RSUD RT. Notopuro Sidoarjo dengan SI CERIA (Sistem Informasi Cek Risiko Kesehatan Bayi dan Anak), disusul Puskesmas Jabon dengan New GEISA (GErakan Iva masuk deSA), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sidoarjo dengan PASANGAN SERASI (Pencatatan Pernikahan Sah dan Semesta Merestui) di posisi ketiga.
Juara harapan diberikan kepada Puskesmas Sidoarjo melalui PAK LAN AKAS (Pastikan Lansia Akses Kesehatan) dan Kecamatan Gedangan melalui POS KAMLING (Pelayanan On The Spot Kecamatan Keliling) Goes To RT. Selain itu, lima OPD juga memperoleh penghargaan 10 besar KISI 2025.
Untuk kategori inovasi teknologi informasi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo meraih juara pertama dengan SAINS SKATE SUPPORT, disusul BPS Sidoarjo melalui PETIS DARJO (Peta Tematik Sidoarjo) dan SMPN 1 Tarik dengan aplikasi KAWASAN CENDIKIA SI UDIN. Juara harapan diberikan kepada M. Rofiq dengan inovasi BUKU MENUKU dan SMPN 2 Tarik lewat KOGEMA (Komunitas Guru Merdeka Mengajar). Pemkab juga memberikan penghargaan kepada lima inovator yang masuk 10 besar kategori ini.
Pada kategori inovasi ekonomi, sosial, dan budaya, penghargaan tertinggi diraih drg Dwi Wahyu Indrawati, SH., M.Kes dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melalui inovasi Dragon Mouthwash, yakni inovasi pemanfaatan buah naga untuk kesehatan mulut sekaligus pengurangan penggunaan antibiotik.
Juara kedua diraih Mufidatul Ummah, S.Pd dari SDN Plumbon 2 dengan KOPER MATCHA (Kotak Permainan Matematika Pecahan), serta juara ketiga diraih Achmad Irfandi dengan inovasi Kampung Lali Gadget.
Adapun juara harapan diberikan kepada Alfi Nurlaili Rahmawati, M.Pd Gr melalui STACKO (Simulating Technology And Coding With Circuit Kits) dan Salma Nabila dengan ECOSTE (Eco Friendly Tofu Waste).
Perhelatan KISI 2025 kembali menjadi bukti bahwa Sidoarjo terus berkembang sebagai daerah yang kaya ide, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan pelayanan publik maupun kebutuhan masyarakat. [isa/ian]